Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia ternyata menjadi negara satu-satunya yang berhasil menerapkan program pencampuran Bahan Bakar Minyak (BBM) solar dengan minyak sawit sebesar 40% atau biodiesel 40% (B40). Hal ini diungkapkan langsung oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBKTE) Eniya Listiani Dewi, Kamis (5/2/2026).
Eniya menyampaikan, tidak ada negara lain yang menerapkan lebih dari 40% pencampuran minyak kelapa sawit ke BBM solar. "Ini kita juara dunia biodiesel. Tidak ada negara lain lebih dari 40% disel mengandung bio ini, mudah-mudahan berlangsung terus misal B50 di 2026," terang Eniya dalam Energy Outlook 2026 CNBC Indonesia, Kamis (5/2/2026).
Kelak, dengan semakin tingginya penerapan biodiesel, Indonesia pada tahun ini ditargetkan bisa menghentikan impor BBM solar khususnya jenis CN48.
"Dari biodiesel kita olah jadi bioavtur, kalau progres cepat kita bisa lebih cepat kita bisa jadi juara. Karena negara lain belum ada. Ada 1% tapi itu bukan dari negara itu sendiri, impor termasuk dari Indonesia. Ini kesempatan Indonesia masuk ke internasional," ungkap Eniya.
Eniya mencatat, program B40 sudah mendongkrak devisa negara hingga Rp 130 triliun. Ke depan, pemerintah akan meningkatkan mandatory menjadi 50% atau B50. Sekarang, proyek B50 ini sudah dilakukan uji coba.
"Uji coba b50 sudah tes lapangan, sektor otomotif sudah 20 ribu kilometer nanti smp 50 ribu Km. Selebihnya program lain akan kita dorong," tegas Eniya.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2
















































