Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berencana melakukan pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, khususnya Pertalite (RON 90). Pembatasan itu hanya menyasar kendaraan roda empat atau mobil dengan spesifikasi tertentu.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengimbau agar masyarakat mampu dapat menggunakan BBM non subsidi. Pembatasan itu hanya menyasar kendaraan roda empat atau mobil dengan spesifikasi tertentu.
"Yang sudah kaya-kaya yang sudah mampu itu jangan mengambil hak rakyat lah, kira-kira begitu. Subsidi itu ya untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," ungkap Bahlil saat ditemui di JCC Senayan Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Namun, Bahlil menekankan, rencana pembatasan BBM Pertalite masih dalam kajian. Artinya, belum ada keputusan resmi dari pemerintah terkait kriteria masyarakat yang dapat memperoleh BBM subsidi tersebut.
"Pembatasan Pertalite sekarang kan kita masih dalam kajian, lagi dikaji sekarang masih... kalau sampai dengan keputusan kajian belum ada, masih seperti sekarang ini jalan," ungkapnya.
Sebelumnya, Bahlil mengatakan nantinya pengguna sepeda motor tetap diperbolehkan membeli Pertalite seperti biasanya. Meski begitu, sampai saat ini pemerintah belum memberlakukan larangan baru atau pembatasan khusus yang menyasar pemilik kendaraan roda dua dalam mengakses BBM subsidi tersebut.
"Nggak, sepeda motor nggak dibatasi kok. Berarti nggak ada perubahan untuk sepeda motor. Hati-hati loh kamu jadiin judul loh hati-hati ya makasih," kata Bahlil di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Bahlil menjelaskan bahwa pembatasan BBM subsidi sebenarnya menyasar jenis kendaraan yang dianggap tidak layak menerimanya. Ia mencontohkan mobil mewah seperti BMW dan Mercedes-Benz sebagai kategori kendaraan yang seharusnya tidak lagi menggunakan BBM Pertalite.
"Jadi gini, nanti menyangkut pembatasan itu nanti kan ada jenis kendaraan ya, jangan pakai BMW pakai Mercy masa pakai minyak subsidi. Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri (Purbaya) tadi," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pemerintah tengah mengkaji penerapan pembatasan pembelian BBM subsidi Pertalite, khususnya bagi kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi atas. Salah satu skema yang sedang dipelajari adalah membatasi subsidi bagi masyarakat yang masuk kelompok desil 9 dan 10.
Menurut dia, pembatasan tersebut nantinya dapat dilakukan secara bertahap. Adapun, saat ini pihaknya masih mempelajari sistem yang akan digunakan agar kebijakan tersebut dapat diterapkan dengan baik.
"Jadi tadi kita membahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin desil 9, 10 supaya nanti berapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap. Sedang kita pelajari sistemnya, saya juga sudah sempat melihat sistem Pertamina sudah cukup baik sehingga siap bisa dilaksanakan begitu," ujarnya.
(wia)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2

















































