Susi Setiawati, CNBC Indonesia
11 January 2026 14:33
Jakarta, CNBC Indonesia - PT RMK Energy Tbk (RMKE), penyedia jasa logistik batubara terintegrasi di Sumatera Selatan, kembali mencuri perhatian pelaku pasar modal. Dalam riset terbarunya bertajuk "On-The-Ground: RMKE Coal Logistics Flow", Sinarmas Sekuritas tidak hanya mempertahankan rekomendasi BUY (BELI), tetapi juga menaikkan target harga (Target Price/TP) saham RMKE menjadi Rp10.000 per lembar. Revisi ini mencerminkan pandangan semakin optimistis setelah tim analis melakukan kunjungan langsung (site visit) ke fasilitas logistik RMKE di Sumatera Selatan untuk menilai kinerja operasional di lapangan.
Kunjungan tersebut memberikan gambaran lebih jelas mengenai rantai logistik batubara yang selama ini menjadi keunggulan RMKE. Mulai dari proses pembongkaran kereta api di Stasiun Simpang hingga pengangkutan hilir menuju Pelabuhan Musi 2, para analis menilai bahwa integrasi sistem dan infrastruktur perusahaan berjalan efisien serta memiliki ruang ekspansi yang luas tanpa memerlukan belanja modal (capex) besar dalam waktu dekat. Mereka mengidentifikasi adanya latent capacity atau kapasitas terpasang yang masih rendah pemanfaatannya, sehingga memungkinkan peningkatan volume secara bertahap dan berkelanjutan.
Di Stasiun Simpang, misalnya, RMKE mengoperasikan lima jalur pembongkaran dengan kapasitas terpasang mencapai 30 juta ton per tahun. Dengan realisasi pembongkaran sekitar 9 juta ton pada 2025, tingkat utilisasi saat ini baru berkisar 30%, meninggalkan potensi pertumbuhan yang sangat besar seiring meningkatnya suplai batubara ke wilayah tersebut.
Aspek pengangkutan juga dinilai memadai. RMKE mengoperasikan jalan khusus (hauling road) sepanjang 8 km dengan kapasitas sekitar 15,1 juta ton per tahun, sejalan dengan target manajemen untuk 2026. Di hilir rantai pasok, Pelabuhan Musi 2 menjadi simpul penting dengan lima jalur conveyor belt yang mampu memuat hingga 32 juta ton per tahun ke tongkang, suatu kapasitas yang selaras dengan kemampuan bongkar di stasiun sehingga meminimalkan risiko bottleneck.
Sinarmas Sekuritas turut mencatat bahwa saham RMKE telah mengalami kenaikan hampir 100% sejak inisiasi awal rekomendasi. Kenaikan target harga ke Rp10.000 didasari oleh volume pembongkaran yang lebih baik dari proyeksi awal, sementara manajemen sendiri menargetkan volume mencapai 15 juta ton pada 2026. Bahkan, analis melihat peluang RMKE untuk mencapai tonggak historis 20 juta ton pada 2027, terutama karena efek kebijakan struktural yang diterapkan pemerintah daerah Sumatera Selatan dalam melarang penggunaan jalan umum untuk transportasi batubara. Kebijakan ini secara praktis mengalihkan volume ke moda logistik berbasis rel dan pelabuhan milik RMKE, memperkuat daya saing perusahaan dalam jangka panjang.
Kombinasi antara visibilitas volume yang kuat, operating leverage yang terus meningkat, struktur biaya yang efisien, serta dukungan regulasi yang kondusif, membuat Sinarmas Sekuritas melihat ruang kenaikan harga saham RMKE masih terbuka ke depan. Momentum positif ini diperkirakan dapat berlanjut seiring meningkatnya kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan perusahaan.
CNBC Indonesia Research
(saw/saw)

8 hours ago
2
















































