Ramai-Ramai Warga RI ke Jawa, Hotel di Sumatra Sepi saat Libur Panjang

13 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Libur panjang Iduladha membawa dampak berbeda bagi sektor perhotelan nasional. Sejumlah daerah wisata di Pulau Jawa menikmati lonjakan okupansi yang cukup tinggi, sementara hotel-hotel di Sumatra tidak segeliat di Jawa.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menyebut sebagian besar wisatawan memilih destinasi yang dekat dengan daerah asal dan dapat dijangkau melalui jalur darat.

"Memang dampaknya bervariasi di berbagai daerah. Jadi tidak semua bisa kita pukul rata sama. Ada daerah saat libur Iduladha identiknya melaksanakan kurban, sehingga okupansinya rendah sekali tepat pada hari pertama," katanya kepada CNBC Indonesia, Selasa (2/6/2026).

Aktivitas keagamaan pada hari pertama Iduladha membuat masyarakat cenderung tetap berada di daerah masing-masing. Kondisi tersebut membuat tingkat hunian hotel di sejumlah wilayah belum mengalami peningkatan.

"Hari kedua dan ketiga biasanya naik. Tapi naiknya juga tidak terlalu signifikan. Daerah-daerah di Pulau Jawa justru mencatat okupansi meningkat karena masyarakat lebih memilih perjalanan yang tidak terlalu jauh dan bisa melakukan road trip," ujarnya.

Kawasan wisata seperti Bandung, Puncak, Jakarta, dan Yogyakarta menjadi tujuan utama wisatawan selama long weekend. Akses transportasi yang mudah dan biaya perjalanan yang lebih terjangkau membuat daerah-daerah tersebut menjadi pilihan favorit.

Ilustrasi Hotel. (Pexels)Ilustrasi Hotel. (Pexels) Foto: Ilustrasi Hotel. (Pexels)

"Ada beberapa laporan di Bandung yang okupansinya bisa sampai 80% sampai 90%. Itu menunjukkan memang ada kenaikan yang cukup baik selama periode libur panjang," kata Maulana.

Berbeda dengan Pulau Jawa, hotel-hotel di Sumatra belum merasakan lonjakan yang sama. Aktivitas wisata memang meningkat pada hari kedua dan ketiga libur, tetapi skalanya masih terbatas.

"Di Sumatra seperti di Padang tidak terlalu signifikan. Pergerakan hanya terjadi pada hari kedua dan ketiga, setelah itu tidak terlalu besar peningkatannya," ujarnya.

Menurut Maulana, kenaikan okupansi di Sumatra lebih banyak terjadi saat akhir pekan yang bertepatan dengan rangkaian libur panjang. Bahkan pada hari pertama Iduladha, tingkat hunian hotel di sejumlah daerah masih berada di level yang rendah.

"Hari pertama bisa di bawah 50%. Karena hari kurban, masyarakat masih lebih banyak berada di wilayahnya masing-masing dan belum melakukan perjalanan wisata," kata Maulana.

Meski demikian, PHRI menilai momentum libur panjang tetap memberikan tambahan pergerakan wisatawan bagi industri perhotelan. Hanya saja, manfaatnya belum dirasakan secara merata oleh seluruh daerah tujuan wisata di Indonesia.

"Kalau Sabtu dan Minggu memang ada peningkatan. Tetapi peningkatannya tidak terlalu signifikan, sekitar 5% sampai 10% dibanding kondisi normal," ujar Maulana.

(fys/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |