Putin Ngamuk! Rusia Luncurkan Serangan Besar-besaran, Ukraina Membeku

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia melancarkan serangan besar-besaran menggunakan pesawat tanpa awak (drone) dan rudal balistik ke wilayah Ukraina pada Kamis (12/2/2026) malam. Serangan ini semakin memperparah kerusakan pada sistem energi nasional dan menyebabkan puluhan ribu warga di ibu kota Kyiv, serta kota Dnipro dan Odesa, kehilangan akses terhadap pemanas, listrik, dan air bersih.

Langkah ini menandai intensifikasi kampanye serangan musim dingin Rusia terhadap jaringan listrik Ukraina. Akibatnya, sejumlah kota besar terpaksa menghadapi periode dingin dan kegelapan yang panjang di tengah suhu yang membeku.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengungkapkan bahwa di wilayahnya saja terdapat sekitar 3.500 bangunan apartemen yang tidak memiliki pemanas pada hari Kamis. Serangan terbaru ini memutus pasokan ke hampir 2.600 gedung bertingkat, menambah daftar 1.100 gedung yang sebelumnya sudah terdampak oleh serangan terdahulu.

Perusahaan energi swasta DTEK melaporkan bahwa lebih dari 100.000 keluarga kehilangan aliran listrik. Pihak perusahaan menyatakan bahwa salah satu pembangkit listrik tenaga termal mereka telah menjadi sasaran serangan, namun mereka tidak mengungkapkan lokasi persis fasilitas tersebut.

Vitali Klitschko menambahkan bahwa serangan di Kyiv juga mengenai sebuah bangunan tempat tinggal dan melukai dua orang warga dalam insiden tersebut.

Angkatan Udara Ukraina mencatat Rusia meluncurkan total 24 rudal balistik, satu rudal jelajah, dan 219 drone sepanjang malam. Pasukan pertahanan udara mengklaim telah berhasil menjatuhkan atau melumpuhkan 16 rudal dan 197 drone dari total serangan yang masuk.

Wakil Perdana Menteri Oleksiy Kuleba melaporkan dampak serius di kota pelabuhan Odesa, di mana hampir 300.000 orang kehilangan akses air bersih akibat terganggunya pasokan listrik. Ia menambahkan bahwa hampir 200 bangunan di kota strategis Laut Hitam tersebut kini tidak memiliki pemanas.

Kepala administrasi militer setempat, Serhiy Lysak, menyebutkan bahwa serangan di Odesa turut merusak sebuah apartemen dan memicu kebakaran besar yang menghanguskan salah satu pasar kota, yang mengakibatkan satu orang terluka.

Di kota industri Dnipro, serangan gabungan rudal dan drone melukai empat orang, termasuk seorang bayi laki-laki dan seorang anak perempuan berusia empat tahun. Gubernur regional Oleksandr Ganzha menyampaikan informasi tersebut melalui saluran resminya di Telegram.

Sementara itu di wilayah Kharkiv yang berbatasan langsung dengan Rusia, jaksa setempat melaporkan dua orang tewas dan enam lainnya luka-luka akibat serangan yang menghantam pusat transportasi kereta api di Lozova.

Moskow secara konsisten membantah telah sengaja menargetkan warga sipil selama perang, meskipun serangan mereka telah menewaskan ribuan orang sejak invasi skala penuh dimulai pada Februari 2022. Di sisi lain, Ukraina juga tercatat menyerang target sipil di Rusia atau wilayah yang diduduki Rusia, meski dalam skala yang jauh lebih kecil.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, mengecam keras serangan ini dan menyebutnya sebagai upaya merusak dorongan perdamaian yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama empat tahun tersebut.

Sejauh ini, pembicaraan trilateral yang didukung AS antara Ukraina dan Rusia gagal menyelesaikan perbedaan utama di antara kedua belah pihak. Di saat yang sama, Moskow terus menekan melalui serangan medan perang dan gempuran terhadap kota-kota di Ukraina.

"Setiap serangan seperti ini merupakan pukulan bagi upaya perdamaian yang bertujuan untuk mengakhiri perang. Rusia harus dipaksa untuk menganggap serius diplomasi dan melakukan deeskalasi," tulis Sybiha melalui akun resminya di platform X.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya sempat menegaskan pada hari Rabu bahwa Amerika Serikat perlu memberikan tekanan yang lebih besar kepada Rusia jika ingin perang berakhir pada musim panas mendatang.

(tps/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |