Potret Chaos bak Medan Perang, Warga Tolak Tempat Karantina Ebola

16 hours ago 1
Para demonstran berkumpul di dekat barikade yang mereka buat selama protes terhadap rencana karantina Ebola yang didukung AS terkait pembangunan fasilitas berkapasitas 50 tempat tidur di pangkalan angkatan udara Kenya yang dimaksudkan untuk menampung

Ratusan warga turun ke jalan di Nanyuki, Kenya tengah, pada Senin (1/6/2026) untuk memprotes rencana pembangunan fasilitas karantina Ebola di pangkalan militer yang berada di dekat wilayah tersebut. Aksi protes diwarnai pembakaran ban, blokade jalan, dan teriakan massa yang membuat sebagian aktivitas kota lumpuh. (REUTERS/John Muchucha)

Seorang demonstran memberi isyarat saat mereka mendirikan barikade selama protes terhadap rencana karantina Ebola yang didukung AS terkait pembangunan fasilitas 50 tempat tidur di pangkalan angkatan udara Kenya yang dimaksudkan untuk menampung warga Amerika yang terpapar Ebola, di kota Nanyuki, Kabupaten Laikipia, Kenya, 1 Juni 2026.

Ketegangan ini muncul hanya beberapa hari setelah Pengadilan Tinggi memerintahkan penangguhan sementara proyek tersebut, menyusul gugatan hukum yang menilai fasilitas yang diusulkan berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan masyarakat. (REUTERS/John Muchucha)

Seorang demonstran memegang bendera Kenya selama protes menentang rencana karantina Ebola yang didukung AS terkait pembangunan fasilitas berkapasitas 50 tempat tidur di pangkalan angkatan udara Kenya yang dimaksudkan untuk menampung warga Amerika yang terpapar Ebola, di kota Nanyuki, Kabupaten Laikipia, Kenya, 1 Juni 2026.

Meski ada putusan pengadilan, warga mengaku masih resah karena adanya laporan yang menyebut persiapan di lokasi tetap berlangsung. (REUTERS/John Muchucha)

Para demonstran berpartisipasi dalam protes menentang rencana karantina Ebola yang didukung AS terkait pembangunan fasilitas berkapasitas 50 tempat tidur di pangkalan angkatan udara Kenya yang dimaksudkan untuk menampung warga Amerika yang terpapar Ebola, di kota Nanyuki, Kabupaten Laikipia, Kenya, 1 Juni 2026.

Dalam aksi tersebut, para demonstran sebagian membawa ranting sebagai simbol perlawanan dengan menyuarakan kemarahan terhadap pemerintah nasional dan daerah. Mereka menilai para pejabat gagal melibatkan masyarakat secara memadai dalam rencana pembangunan fasilitas yang dianggap sensitif tersebut. (REUTERS/John Muchucha)

Seorang demonstran ikut serta dalam protes menentang rencana karantina Ebola yang didukung AS terkait pembangunan fasilitas berkapasitas 50 tempat tidur di pangkalan angkatan udara Kenya yang dimaksudkan untuk menampung warga Amerika yang terpapar Ebola, di kota Nanyuki, Kabupaten Laikipia, Kenya, 1 Juni 2026.

Sejumlah warga menyebut rencana itu sebagai ancaman besar. Salah satu penduduk bahkan menyatakan fasilitas tersebut bukan hanya berisiko bagi Kenya, tetapi juga dapat menjadi “tragedi” bagi Afrika secara luas, mengingat kekhawatiran terkait potensi penyebaran Ebola. (REUTERS/John Muchucha)

Petugas polisi anti huru hara menahan seorang demonstran selama protes menentang rencana karantina Ebola yang didukung AS terkait pembangunan fasilitas berkapasitas 50 tempat tidur di pangkalan angkatan udara Kenya yang dimaksudkan untuk menampung warga Amerika yang terpapar Ebola, di kota Nanyuki, Kabupaten Laikipia, Kenya, 1 Juni 2026.

Petugas polisi anti huru hara menahan seorang demonstran saat kericuhan terjadi di lokasi aksi. Situasi yang memanas membuat aparat keamanan dikerahkan untuk mengendalikan massa, dengan penjagaan di sejumlah titik strategis serta upaya membersihkan batu dari jalan dan mengatur arus lalu lintas. Dalam insiden tersebut, setidaknya satu orang dilaporkan terluka, sementara petugas Palang Merah memberikan pertolongan pertama di tempat kejadian. (REUTERS/John Muchucha)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |