Pengusaha RI Komentari Soal Huru-hara Ekonomi Dunia, Wanti-wanti Ini

10 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi geopolitik yang kian memanas belakangan membuat dunia usaha harus berputar otak. Kalangan pengusaha menilai situasi global yang penuh ketidakpastian menjadi ujian tersendiri bagi dunia usaha, mulai dari gangguan rantai pasok, fluktuasi harga komoditas, hingga tekanan terhadap investasi dan perdagangan internasional.

Mantan Ketua HIPMI Erwin Aksa mengenang pengalamannya saat tengah krisis ekonomi global akibat subprime mortgage di Amerika Serikat pada 2008. Saat itu, dunia usaha menghadapi tekanan besar karena akses pembiayaan semakin sulit dan dampak krisis turut dirasakan di Indonesia.

"Kami berusaha karena perbankan tidak mau mengucurkan pembiayaan kepada pelaku usaha kecil karena bunga mahal dan krisis global ikut menghantam Indonesia. Saya dan Menteri Perindustrian Pak MS Hidayat yang juga sebagai Ketua Kadin berusaha menyelesaikannya," ujar Erwin Aksa dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

Tantangan yang dihadapi dunia usaha saat ini memiliki karakter yang berbeda dibandingkan krisis sebelumnya. Jika pada masa lalu tekanan lebih banyak berasal dari sektor keuangan, saat ini ketidakpastian justru dipicu oleh faktor geopolitik yang berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi global.

Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan pada Kamis (7/5). (Pool via WANA (West Asia News Agency)/ via REUTERS)Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan pada Kamis (7/5). (Pool via WANA (West Asia News Agency)/ via REUTERS) Foto: Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan pada Kamis (7/5). (Pool via WANA (West Asia News Agency)/ via REUTERS)

Situasi tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam sebuah pertemuan yang mempertemukan sejumlah pengusaha lintas generasi. Dalam suasana santai dan penuh keakraban, para pelaku usaha bertukar pandangan mengenai strategi menghadapi tantangan ekonomi yang terus berkembang.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Sharif Cicip Sutarjo, menilai pelaku usaha tidak bisa hanya mengandalkan perbaikan kondisi global. Menurutnya, dunia usaha harus mampu mencari peluang di tengah berbagai tantangan yang ada.

"Kondisi saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal. Karena itu pengusaha harus berperan, bukan hanya menunggu keadaan membaik. Yang dibutuhkan para pengusaha adalah program yang konkret, kepastian hukum, dan kepastian berusaha. Jika kepastian itu ada, pengusaha akan mampu menghitung dan mengambil keputusan bisnisnya sendiri," ujar Cicip.

Berbagai pengalaman menghadapi krisis ekonomi pada masa lalu dinilai menjadi pelajaran berharga untuk menghadapi tantangan yang muncul saat ini.

"Kami bisa bernostalgia sekaligus mendengarkan saran dan pandangan para senior untuk menjadi bekal bagi generasi berikutnya dalam membangun organisasi dan dunia usaha Indonesia," kata mantan Ketua HIPMI Sumut Ade Jona Prasetyo.

(fys/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |