Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
18 January 2026 07:15
Jakarta, CNBC Indonesia - Delapan dekade setelah berakhirnya Perang Dunia II, kapal induk masih memegang posisi krusial dalam peta kekuatan militer global.
Kapal jenis ini tidak hanya dilihat sebagai alat tempur semata, melainkan aset strategis yang memungkinkan sebuah negara memproyeksikan kekuatan udara dan lautnya ke berbagai belahan dunia tanpa batasan geografis.
Memasuki tahun 2026, teknologi kapal induk telah berkembang pesat. Negara-negara maritim utama terus melakukan modernisasi armada, beralih dari sistem konvensional ke teknologi yang lebih canggih seperti propulsi nuklir dan sistem peluncuran elektromagnetik.
Keberadaan kapal-kapal super ini menjadi indikator utama kapasitas pertahanan dan pengaruh geopolitik sebuah negara di lautan lepas. Berikut adalah daftar lima kapal induk dengan kemampuan paling signifikan yang beroperasi pada tahun 2026:
1. Kelas Gerald R. Ford (Amerika Serikat)
Ini adalah kapal induk paling canggih dan kuat yang pernah dibuat. Kelas Gerald R. Ford dirancang untuk menggantikan kelas Nimitz yang sudah lama beroperasi.
Menggunakan reaktor nuklir A1B baru, kapal ini memiliki tenaga lebih besar namun membutuhkan awak yang lebih sedikit.
Fitur utamanya meliputi dek penerbangan yang lebih luas, sistem peluncuran elektromagnetik (EMALS), dan peralatan pendaratan canggih (arresting gear) yang meningkatkan efisiensi penanganan pesawat.
Kapal ini mampu membawa hingga 90 pesawat, termasuk jet tempur dan helikopter. Meski sempat mengalami keterlambatan konstruksi, kelas ini diprediksi akan menjadi tulang punggung kekuatan laut AS hingga abad ke-22.
Foto: (VIA REUTERS/U.S. NAVAL FORCES CENTRAL COMMAN)
Foto udara menunjukkan kapal induk USS Gerald R Ford telah tiba di Mediterania timur. (VIA REUTERS/U.S. NAVAL FORCES CENTRAL COMMAN)
2. Kelas Nimitz (Amerika Serikat)
Meski usianya sudah lebih dari 50 tahun dan mendekati masa pensiun, kapal induk kelas Nimitz tetap menjadi simbol dominasi Angkatan Laut AS.
Ditenagai oleh dua reaktor nuklir, kapal ini memiliki jangkauan tak terbatas, menghasilkan 260.000 tenaga kuda, dan memiliki bobot sekitar 100.000 ton.
Sayap udaranya dapat mencakup hingga 130 jet tempur F/A-18 Super Hornet. Meskipun secara bertahap akan digantikan oleh kelas Gerald R. Ford yang lebih modern, kelas Nimitz masih akan terus beroperasi dan menjadi kekuatan yang diperhitungkan di lautan selama beberapa tahun ke depan.
Foto: Kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) saat awaknya melakukan operasi penerbangan rutin di Timur Tengah karena meningkatnya ketegangan menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya perang di seluruh wilayah. (Tangkapan Layar Video AFP)
3. Fujian (China)
Kapal induk Fujian menandai lompatan besar dalam ambisi Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA Navy) China. Kapal ini menjadi simbol modernisasi angkatan laut Tiongkok yang pesat.
Fujian merupakan salah satu kapal induk terbesar di dunia, ditenagai oleh turbin uap yang menghasilkan sekitar 280.000 tenaga kuda.
Kapal ini dilaporkan mampu membawa sekitar 60 pesawat, termasuk jet tempur generasi kelima, dan dilengkapi dengan sistem peluncuran elektromagnetik canggih. Fujian dianggap sebagai penantang serius bagi dominasi angkatan laut AS di kawasan.
Foto: Kapal induk ketiga Tiongkok, Fujian, sedang melakukan uji coba laut di lokasi yang tidak diketahui. Kapal induk ketiga Tiongkok mulai beroperasi setelah upacara serah terima kepada Angkatan Laut pekan ini, (7/11/2025). (AFP/HANDOUT)
4. Kelas Queen Elizabeth (Inggris)
Dua kapal dari kelas ini, HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales, adalah pusat kekuatan armada modern Kerajaan Inggris (Royal Navy).
Berbeda dengan kapal induk AS yang bertenaga nuklir, kapal ini menggunakan tenaga konvensional dari turbin gas yang menghasilkan sekitar 100.000 tenaga kuda.
Keunikannya terletak pada pengoperasian pesawat jenis STOVL (Short Take-Off and Vertical Landing), bukan pesawat sayap tetap tradisional.
Setiap kapal dapat membawa hingga 36 jet tempur F-35B Lightning II. Ini adalah kapal terbesar dan tercanggih yang pernah dioperasikan oleh Royal Navy.
Foto: Dokumentasi Twitter HMS Queen Elizabeth
HMS Queen Elizabeth
5. Kelas America (Amerika Serikat)
Kelas America sebenarnya adalah kapal serbu amfibi, namun kemampuannya mengaburkan batas dengan kapal induk konvensional. Kapal ini dirancang dengan fokus kuat pada penerbangan, ditenagai turbin gas berkekuatan 70.000 tenaga kuda.
Grup udaranya mencakup helikopter, pesawat tilt-rotor MV-22 Osprey, dan jet tempur F-35B. Selain itu, kapal ini tetap mendukung pendaratan amfibi menggunakan kapal pendarat dan hovercraft.
Fleksibilitasnya di laut, udara, dan darat menjadikannya salah satu aset paling kuat yang menyaingi kemampuan kapal induk banyak negara lain.
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)

3 hours ago
1
















































