Argentina kembali diwarnai ketegangan politik setelah majelis rendah Kongres melanjutkan perdebatan rancangan undang-undang reformasi ketenagakerjaan yang didukung Presiden libertarian Javier Milei, Kamis (19/2/2026). (REUTERS/Agustin Marcarian)
Anggota pasukan keamanan berjaga saat para demonstran menggelar aksi di luar Kongres Nasional Argentina, Buenos Aires. Pemerintah menyatakan RUU yang telah disetujui Senat pekan lalu dengan dukungan partai berkuasa dan sekutu kanan-tengah itu bertujuan mendorong investasi serta memperluas lapangan kerja formal. (REUTERS/Alessia Maccioni)
Kepolisian menyemprotkan air ke arah demonstran berunjuk rasa di luar Kongres Nasional Argentina pada hari para anggota parlemen membahas reformasi perburuhan yang diusulkan oleh pemerintahan libertarian Presiden Javier Milei untuk menarik investasi dan menghidupkan kembali pertumbuhan, yang menurut serikat pekerja akan mengurangi hak-hak pekerja, di Buenos Aires, Argentina, 19 Februari 2026. (REUTERS/Agustin Marcarian)
Ketika polisi menyemprotkan air ke arah massa, situasi pun memanas. Di sisi lain, rancangan reformasi tersebut memuat sejumlah poin kontroversial, termasuk pembatasan hak mogok dengan mewajibkan layanan esensial tetap beroperasi minimal selama aksi penghentian kerja. Aturan baru itu juga menurunkan biaya pesangon bagi perusahaan dengan mengecualikan sejumlah bonus dari perhitungan kompensasi. (REUTERS/Alessia Maccioni)
Sebagai respons, konfederasi serikat pekerja terbesar Argentina, General Confederation of Labour (CGT), meluncurkan aksi mogok 24 jam yang melibatkan pekerja transportasi, pegawai sektor publik, hingga karyawan bank. (REUTERS/Agustin Marcarian)
Maskapai milik negara, Aerolineas Argentinas, turut menghentikan operasional. Layanan kereta bawah tanah dan banyak jalur bus di Buenos Aires juga lumpuh. Aksi tersebut bergabung dengan federasi pekerja maritim yang telah lebih dulu memulai mogok 48 jam sejak Rabu, menargetkan operasional kapal kargo di pelabuhan Rosario—salah satu pusat ekspor produk pertanian terbesar di dunia. (REUTERS/Agustin Marcarian)

3 hours ago
2
















































