Miris! Pensiunan di Asia Pilih Tetap Bekerja Demi Bertahan Hidup

2 hours ago 1

Achmad Aris,  CNBC Indonesia

06 February 2026 16:15

Key Takeaway

  • 69% responden Asia berharap terus bekerja setelah usia pensiun
  • Terjadi peningkatan ketidaksetaraan dalam kesiapan pensiun dan kebutuhan mendesak akan perencanaan jangka panjang
  • Banyak pekerja di Asia menghadapi tekanan finansial tambahan karena harus menafkahi kerabat yang lebih tua serta tanggungan yang masih muda

Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak orang ingin menikmati masa pensiun dengan bahagia dan sejahtera tanpa perlu bekerja keras lagi untuk mencari penghasilan. Namun demikian, fakta mencengangkan datang dari Survei bertajuk Retirement Reimagined: Asia's Retirement Divide.

Survei yang dirilis oleh Sun Life itu mengungkap bahwa mayoritas responden (69%) berharap untuk terus bekerja setelah usia pensiun. Alasan utama mayoritas responden (62%) adalah mereka membutuhkan penghasilan tambahan untuk mendukung kehidupan sehari-hari dan keamanan finansial jangka panjang mereka.

Sementara itu, 49% responden menyatakan alasan tetap bekerja di masa pensiun adalah untuk kepuasan, 47% responden menyatakan untuk menjaga hubungan sosial, dan 41% responden menyatakan untuk menstimulasi mental.

Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan ketidaksetaraan dalam kesiapan pensiun dan kebutuhan mendesak akan perencanaan jangka panjang.

Asia saat ini menyumbang sekitar 60% dari populasi global berusia di atas 60 tahun. Angka ini diperkirakan akan berlipat ganda menjadi 1,3 miliar dalam 25 tahun ke depan.

David Broom, Chief Client & Distribution Officer Sun Life mengatakan bagi mereka yang siap, bekerja lebih lama bisa menjadi pilihan yang menawarkan fleksibilitas dan kebebasan. "Bagi yang lain, hal itu mencerminkan tekanan finansial. Perencanaan sejak dini, dan perencanaan secara holistik adalah yang menentukan jalan mana yang akan ditempuh orang," tegasnya dikutip dalam laporan survei tersebut, Jumat (6/2/2026).

Dua Segmen Utama

Survei ini mengidentifikasi dua segmen utama di antara pekerja menjelang usia pensiun yaitu Gold Star Planners adalah mereka yang memiliki perencanaan keuangan matang dan dapat memilih apakah akan terus bekerja atau tidak. Mereka cenderung melihat kerja setelah pensiun sebagai sarana untuk menemukan tujuan baru, menjaga koneksi sosial, dan tetap aktif.

Bagi Gold Star Planners melanjutkan pekerjaan adalah sebuah aspirasi dan pilihan yang ditentukan oleh tujuan, identitas, dan kesejahteraan (53%), dibandingkan dengan mereka yang memulai karier terhenti (43%). Sebaliknya, 17% dari mereka yang memulai karier terhenti tidak yakin apakah mereka akan bekerja setelah pensiun, dibandingkan dengan 47% di antara Gold Star Planners yang berharap untuk, atau terus melakukannya.

Segmen berikutnya adalah Stalled Starters adalah mereka yang tidak memiliki cukup tabungan atau persiapan finansial, sehingga terpaksa menunda pensiun demi memenuhi kebutuhan ekonomi. Sebanyak 52% dalam kelompok ini mengatakan mereka menunda pensiun karena perlu menambah simpanan.

Bagi mereka yang mengalami stalled startup dan berencana pensiun lebih lambat dari yang diharapkan, atau sudah pensiun, kebutuhan finansial adalah alasan paling umum yang diberikan. Setengahnya (52%) mengatakan mereka menunda pensiun karena perlu menabung lebih banyak.

"Orang-orang hidup lebih lama, namun terlalu banyak yang masih ragu apakah mereka mampu pensiun dengan nyaman. Itulah mengapa peran industri ini lebih penting dari sebelumnya: memberikan panduan dan solusi yang mengubah ketidakpastian menjadi pemberdayaan, dan membantu orang membangun masa depan di mana masa pensiun dibentuk oleh kemungkinan, bukan tekanan," kata Christine Yeung, Wakil Kepala Eksekutif, Asuransi Jiwa dan Kesehatan, Sun Life Hong Kong Limited.

Survei ini juga menyoroti bahwa banyak pekerja di Asia juga menghadapi tekanan finansial tambahan karena harus menafkahi kerabat yang lebih tua serta tanggungan yang masih muda - yang disebut 'generasi sandwich'. Merawat anggota keluarga yang lebih tua dan lebih muda telah menyebabkan banyak orang menurunkan ekspektasi gaya hidup mereka (36%) atau menunda pensiun (26%).

Semakin banyak orang di Asia menginginkan kendali atas kapan mereka meninggalkan dunia kerja - 81% responden percaya bahwa pensiun seharusnya menjadi pilihan pribadi, bukan usia wajib. Hal ini tecermin pada tingkat generasi, dengan hampir setengah dari responden Gen Z (48%) sangat setuju dengan hal ini dibandingkan dengan 36% dari Baby Boomers. Tiga perempat responden mendukung orang-orang untuk bekerja melampaui usia pensiun yang ditetapkan di negara mereka.

(ach/ach)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |