Media Singapura Sorot soal Prabowo ke Luar Negeri, Sebut Ini

8 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Media Singapura ikut menyoroti polemik yang berkembang terkait intensitas perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Perdebatan ini mencuat setelah mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal mengkritik frekuensi lawatan luar negeri Prabowo di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia.

Dalam laporannya Senin, The Straits Times, menulis bahwa pemerintah Indonesia akhirnya memberikan "pembelaan paling rinci sejauh ini terhadap kritik yang datang dari kalangan politisi, diplomat, hingga media internasional mengenai biaya, skala, dan prioritas diplomasi luar negeri Prabowo". Ini dimuat dalam artikel berjudul "'Not showmanship': Aide hits back at critics of Prabowo's foreign trips".

"Seorang pejabat tinggi Indonesia telah meluncurkan pembelaan paling rinci pemerintah hingga saat ini terhadap perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang sering dilakukan, menepis kritik yang semakin meningkat dari para politisi, diplomat, dan media internasional mengenai biaya, skala, dan prioritas diplomasi keliling dunianya," muat laman Singapura itu.

"Dalam video berdurasi hampir tujuh menit yang diunggah di saluran YouTube Sekretariat Kabinet resmi pada 1 Juni, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menanggapi poin demi poin kekhawatiran yang diangkat oleh mantan wakil menteri luar negeri Dino Patti Djalal dan kritikus lainnya," tambah media tersebut.

"Balasan rinci ini menandai pertama kalinya seorang pejabat senior pemerintah secara langsung menanggapi kritik seputar perjalanan luar negeri Prabowo, yang semakin intensif seiring Indonesia bergulat dengan pelemahan rupiah dan ketidakpastian ekonomi yang lebih luas."

Disebutkan bahwa sejak dilantik pada Oktober 2024, Prabowo tercatat telah mengunjungi sedikitnya 29 negara dalam lebih dari 50 agenda internasional. Hal ini menuai sorotan kritikus.

"Teddy berpendapat bahwa perjalanan-perjalanan tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi Indonesia, mulai dari masuknya investasi dan perjanjian perdagangan hingga penguatan hubungan pertahanan dan dukungan untuk Palestina," muat The Strait Times lagi.

Dijelaskan pula bagaimana kritikan Dino sebelumnya. Melalui video yang diunggah pada 30 Mei, Dino meminta Prabowo mengurangi secara signifikan frekuensi perjalanan luar negeri karena dinilai sudah berada pada tingkat yang sulit dibenarkan.

Ia juga menyarankan pemerintah lebih memanfaatkan teknologi konferensi video untuk agenda diplomatik. Termasuk memberikan porsi lebih besar kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dalam menjalankan berbagai misi internasional.

"Dalam tanggapannya pada 1 Juni, Teddy berterima kasih kepada Dino atas masukannya yang sangat menyeluruh dan terstruktur, sebelum mencatat bahwa diplomat veteran itu baru menjabat sebagai wakil menteri luar negeri sekitar tiga bulan," tambah media tersebut.

"Teddy, mantan perwira militer yang sebelumnya bertugas sebagai ajudan mantan presiden Joko Widodo dan Prabowo selama masa jabatannya sebagai menteri pertahanan, secara luas dianggap sebagai salah satu ajudan terdekat Presiden, sering bepergian bersamanya dalam kunjungan luar negeri dan pertemuan diplomatik penting," tulis The Strait Times.

"Menanggapi kekhawatiran tentang biaya, Teddy mengatakan: 'Setiap kelebihan biaya dari anggaran negara sepenuhnya ditanggung oleh Presiden Prabowo sendiri," muatnya.

"Teddy juga menolak anggapan bahwa Presiden bepergian dengan delegasi yang terlalu besar, dengan mengatakan bahwa jumlah pejabat yang mendampingi Prabowo telah dikurangi lebih dari setengahnya, dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya."

(tfa/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |