Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Nvidia Jensen Huang menjadikan kampung halamannya di Taiwan sebagai tempat untuk memamerkan chip RTX Spark. Produk terbaru itu disebut membuka sumber duit baru bagi Nvidia.
RTX Spark disebut Huang sebagai "superchip" karena bisa membuat laptop menjelma menjadi komputer AI sehingga bisa menjalankan program agen AI seperti OpenClaw dan Hermes Agent.
Pria berharta Rp 3.460 triliun tersebut juga mengungkapkan merek-merek laptop yang telah menggunakan RTX Spark di produknya, termasuk Asus, Dell, HP, Lenovo, Microsoft Surface, dan MSI. Aced dan Gigabyte akan menyusul di produk mereka pada masa depan.
"PC akan memiliki CPU, GPU, RAM, dan software CUDA Nvidia untuk menjalankan LLM versi lokal," katanya.
Nvidia menyatakan teknologi RTX menjanjikan kinerja AI yang lebih cepat, kualitas gambar yang lebih baik, dan mendukung fitur AI untuk lebih dari 1.000 aplikasi dan games.
Dalam konten pemasaran perusahaan, RTX Spark diposisikan sebagai alternatif bagi kreator untuk membuat konten AI sekaligus memberikan upgrade signifikan untuk gamer. Lebih dari 100 pembuat software berkomitmen untuk mendukung chip baru itu termasuk Riot Games, Adobe, dan Xbox.
Huang bahkan punya visi yang lebih ambisius yaitu mengubah total komputer dengan mengakhiri era "aplikasi, klik, dan mengetik."
"Dengan RTX Spark dan Microsoft Windows, Anda tinggal minta, dan komputer mengerjakan semuanya," katanya dalam rilis Nvidia.
RTX Spark adalah langkah terbaru Nvidia dalam upaya ekspansi bisnis dari yang tadinya hanya sebagai pemasok GPU menjadi pemasok CPU untuk pasar komputer personal (PC). Nilai pasar CPU untuk PC melampaui US$ 200 miliar. CPU Vera yang baru dirilis Nvidia pada awal 2026 bahkan sudah terjual US$ 20 miliar (Rp 35,7 triliun).
Pulang kampung ke Taiwan
Huang beberapa kali menjadikan Taiwan sebagai lokasi peluncuran produk-produk baru Nvidia. Kepulangan bos Huang ke tanah kelahirannya itu selalu mengundang banyak perhatian.
Sosok Huang yang disebut-sebut sebagai 'raja AI' dunia ini memiliki nama asli Huang Jen-Hsun diketahui lahir di Taipei pada 17 Februari 1963 dan menghabiskan masa kecilnya di Taiwan dan Thailand.
Namun karena perang Vietnam yang terus berkecamuk dan membuat kawasan Asia Tenggara saat itu jadi tidak aman (termasuk Thailand), orang tua Jensen memutuskan untuk mengirimkan anak-anaknya ke Oneida, Kentucky-Amerika Serikat.
Foto: CEO Nvidia Jensen Huang makan Gulai Tikungan (gultik) di Jakarta. (Instagram/vikram_sinha)
Tidak lama setelah itu ia beserta keluarga pindah lagi ke Oregon, AS dan cukup lama tinggal di sana. Jensen menghabiskan masa SMP hingga Kuliah di negara bagian itu.
Sejak muda, Jensen memang dikenal sebagai seorang pekerja keras. Bahkan saat di bangku SMA, Jensen juga diketahui sempat bekerja di salah satu jaringan restoran cepat saji Denny's sebagai tukang cuci piring.
Huang kemudian memperoleh gelar teknik elektro dari Oregon State University dan diikuti gelar master di bidang yang sama dari Stanford University pada tahun 1992.
Sejatinya, Huang tidak hanya mendapatkan pekerjaan pertamanya di Denny's, tetapi restoran tersebut juga merupakan tempat di mana dia dan dua temannya menciptakan ide yang kelak menjadi Nvidia.
Pada tahun 1993, Huang, bersama dengan Chris Malachowsky dan Curtis Priem (keduanya bekerja di Sun Microsystems), bertemu di salah satu lokasi Denny's paling populer di California Utara untuk mendiskusikan rekayasa chip yang memungkinkan grafik 3D realistis pada perangkat komputer pribadi.
Meski sudah sukses, Huang tetap rendah hati. Dia tak suka memamerkan kekayaan dan berulang kali kepergok makan di kaki lima pinggir jalan.
Menariknya, kunjungan ke kaki lima terlaksana atas inisiatif Huang sendiri. Dia menolak makan malam di hotel mewah yang sebelumnya sudah dipesan rombongan.
"Dia mengabaikan pesta makan malam mewah di hotel dan restoran kelas atas. Huang memilih makanan kaki lima dengan rasa yang berbeda," kata Hoang Anh Tuan, diplomat yang menemani Huang saat mengunjungi Vietnam.
Tentu saja, kebiasaan ini menjadi anomali karena mayoritas orang seperti Huang tak lagi seperti itu.
(dem/dem)
Addsource on Google

10 hours ago
2

















































