Kenapa Remaja Zaman Dulu Terlihat Lebih Tua, Ini Alasannya

1 hour ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Apakah Anda pernah memperhatikan wajah remaja zaman dulu, entah itu berasal dari album foto lama keluarga atau film sekitar tahun 1980-1990-an terkesan lebih dewasa daripada anak-anak seusia mereka zaman sekarang?

Coba saja cari gambar "Anak SMP zaman dulu" di internet. Di situ Anda akan menemukan foto sekelompok anak usia 12-15 tahun dalam seragam putih biru, namun dengan tampilan yang berbeda dari anak SMP masa kini.

Dari foto tersebut, ada anak yang berkumis tipis, rambutnya agak gondrong, postur tubuh terlihat lebih besar, dan celana birunya ketat seperti model lawas. Lantas, apa yang membuat mereka terlihat lebih tua dibanding anak-anak SMP sekarang?

Terdapat setidaknya ada dua alasan utama. Alasan pertama, hal tersebut kerap berkaitan dengan bias seleksi. Remaja zaman sekarang umumnya tampil lebih "bersih" atau bisa dibilang memiliki wajah tanpa kumis atau jenggot, rambut pendek rapi karena aturan sekolah, dan penampilan yang lebih segar karena tren skincare, gaya rambut modern, serta pakaian kekinian.

Lantaran perbedaan tampilan itulah, orang-orang cenderung menganggap wajah anak-anak zaman dulu lebih tua. Namun, penilaian ini sebenarnya kurang adil.

Menurut Michael Stevens dari kanal edukasi Vsauce, penilaian ini adalah contoh bias seleksi, atau kesalahan dalam menilai masa lalu berdasarkan standar masa kini. Gaya rambut gondrong dan kumis lebat di era 1970-1980-an pada dasarnya adalah tren yang lumrah saat itu.

Bisa jadi mereka terinspirasi dari tokoh populer seperti Elvis Presley atau Rhoma Irama yang memang sedang digandrungi. Mirip dengan sekarang, di mana tren rambut, fashion, hingga gaya berbicara banyak dipengaruhi oleh influencer media sosial. Seperti tren pada umumnya, lima tahun dari sekarang kita mungkin akan menganggap gaya yang berlaku hari ini terlihat 'kuno' juga.

Alasan kedua adalah faktor biologis. Sebuah studi gabungan dari Yale School of Medicine dan University of South Carolina pada 2018 meneliti perubahan usia biologis selama dua dekade.

Dalam studi berjudul "Is 60 the New 50?" menunjukkan bahwa selama rentang waktu tersebut manusia cenderung mengalami perlambatan penuaan secara biologis. Alhasil, dengan kondisi kesehatan, nutrisi, dan gaya hidup yang lebih baik, tubuh manusia pada usia tertentu kini bisa terkesan jadi lebih 'muda' dibanding generasi sebelumnya di usia yang sama.

Itulah mengapa anak-anak sekarang bisa tampak lebih segar atau awet muda dibanding remaja tempo dulu, meski secara usia sama.

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |