Kanthi Malikhah, CNBC Indonesia
13 February 2026 16:50
Jakarta, CNBC Indonesia - Hampir tiga dekade setelah era Orde Baru berakhir, struktur ketenagakerjaan Indonesia menunjukkan transformasi besar.
Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025 memperlihatkan lonjakan signifikan jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas dibandingkan 1997, atau tahun terakhir sebelum krisis Asia mengguncang fondasi ekonomi nasional. Saat itu, Indonesia masih dipimpin Presiden Soeharto.
Pada 1997, jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas tercatat 134,5 juta orang. Kini, angkanya melonjak menjadi 218,1 juta orang atau tumbuh 62,15%. Artinya, Indonesia menghadapi tekanan sekaligus peluang demografi yang jauh lebih besar dibanding era Orde Baru.
Angkatan Kerja Melonjak
Jumlah angkatan kerja meningkat dari 89,2 juta orang pada 1997 menjadi 154 juta orang pada Agustus 2025 atau tumbuh 72,59%. Ini menunjukkan ekspansi partisipasi ekonomi masyarakat yang cukup agresif dalam hampir 30 tahun terakhir.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik dari 66% menjadi 71%. Kenaikan ini mengindikasikan semakin banyak penduduk usia produktif yang masuk ke pasar kerja, baik karena dorongan ekonomi maupun perubahan struktur sosial.
Namun yang menarik, tingkat pengangguran terbuka relatif stagnan di 5%. Secara persentase terlihat stabil, tetapi secara absolut jumlah penganggur naik dari 4,18 juta menjadi 7,46 juta orang atau melonjak 78%. Artinya, stabilitas rasio tidak serta-merta mencerminkan tekanan riil di pasar tenaga kerja.
Bukan Angkatan Kerja Naik
Jumlah penduduk bukan angkatan kerja naik 41,59% menjadi 64,1 juta orang. Peningkatan paling besar terjadi pada kelompok yang mengurus rumah tangga kenaikan sebesar 54,11% dan sekolah kenaikan sebesar 43,5%.
Merujuk BPS, Bukan Angkatan Kerja (BAK) adalah penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak bekerja dan tidak sedang mencari pekerjaan pada periode survei. Artinya, kelompok ini memang tidak aktif dalam kegiatan ekonomi.
Kelompok ini berbeda dengan pengangguran. Mereka bukan kehilangan pekerjaan, tetapi memang tidak masuk dalam pasar tenaga kerja.
Yang masuk dalam kelompok ini adalah:
1. Anak dan pemuda sekolah
Mereka yang aktivitas utamanya menempuh pendidikan, baik formal maupun non-formal
2. Mengurus Rumah Tangga
Mereka yang fokus mengelola rumah tangga tanpa menerima upah atau gaji
3. Penerima pendapatan Lainnya
Mereka termasuk pensiunan, penerima bunga, atau mereka yang hidup dari kiriman/transfer
Kenaikan bukan angkatan kerja bisa menandai hal positif seperti makin tingginya partisipasi pemuda berusia 15 tahun ke atas yang bersekolah karena makin sadar pentingnya pendidikan.
(mae/mae)

3 hours ago
2
















































