IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,12% ke Level 6.392

3 hours ago 8

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (22/9/2026).

Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG pada pembukaan perdagangan naik tipis 7,61 poin atau 0,12% ke level 6.392,22. Beberapa menit setelah pasar buka IHSG menguat lebih tinggi hingga 0,32% ke level 6.405. Indeks diketahui bergerak pada rentang terendah 6.392 dan tertinggi 6.408 pada awal perdagangan pagi ini.

Sebanyak 282 saham menguat, 152 saham melemah, dan 235 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp 133,20 miliar, dengan volume perdagangan 249,87 juta saham yang berpindah tangan 25.197 kali.

Pasar keuangan Indonesia pada Selasa (22/9/2026) akan mencermati perkembangan perang di Timur Tengah serta sejumlah agenda dari dalam negeri. Melonjaknya Wall Street hingga Bitcoin diharapkan bisa menjadi sentimen positif bagi IHSG dan rupiah.

Bank Indonesia (BI) mulai menggelar Rapat Dewan Gubernur selama dua hari. Pelaku pasar juga akan mencerna aturan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) tentang batas harga minimum saham dan pelantikan 14 pejabat Kementerian Keuangan.

Bank Indonesia (BI) mulai menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) September pada Selasa (22/9/2026). Rapat berlangsung selama dua hari, dengan keputusan suku bunga acuan atau BI Rate dijadwalkan diumumkan pada Rabu (23/9/2026).

Pengumuman kali ini akan menjadi yang pertama bagi Destry Damayanti sejak dilantik sebagai Gubernur BI definitif pada 2 September. Berdasarkan konsensus pasar, BI diperkirakan kembali mempertahankan BI Rate di level 5,75%. Suku bunga deposit facility dan lending facility juga diperkirakan tetap, masing-masing sebesar 4,75% dan 6,5%.

Dalam RDG Agustus, BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%.

Destry, yang saat itu masih menjabat sebagai Pejabat sementara Gubernur BI, mengatakan keputusan tersebut konsisten dengan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak global akibat perang di Timur Tengah, menjaga inflasi dalam sasaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027, serta mendukung pertumbuhan ekonomi.

Kemudian sentimen pasar lain termasuk Bitcoin kembali melonjak pada Senin dan menembus level US$86.000, melanjutkan reli tajam dalam beberapa hari terakhir.

Menurut CoinMetrics, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$85.863, naik sekitar 5,8%. Sebelumnya, Bitcoin sempat menyentuh US$86.349, level tertinggi sejak akhir Januari.

Investor kini menilai apakah periode "crypto winter"-fase ketika harga aset kripto tertekan-telah berakhir. Fase tersebut dimulai setelah Bitcoin mencetak rekor di atas US$126.000 pada Oktober 2025.

Matt Hougan, CIO Bitwise, mengatakan kepada CNBC bahwa dirinya menilai crypto winter telah berakhir dan kini memasuki "crypto spring". Ia bahkan memperkirakan fase kenaikan kali ini bisa menjadi salah satu pasar bullish terkuat dan terpanjang dalam sejarah kripto.

Meski masih mencatat penurunan sepanjang tahun, Bitcoin telah naik lebih dari 8% dalam sepekan dan 34% dalam tiga bulan terakhir. Namun, harganya masih jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa.

Hougan mengatakan fundamental industri kripto terus membaik meski harga sempat jatuh. Aktivitas transaksi blockchain meningkat dan perusahaan besar seperti BlackRock semakin terlibat.

Menurut analis BTIG, selama Bitcoin mampu bertahan di atas US$75.000, target berikutnya adalah US$90.000.

Sementara itu, bursa saham Asia bergerak beragam pada perdagangan Selasa (22/9/2026), setelah indeks-indeks utama Wall Street menguat tajam pada sesi sebelumnya didorong lonjakan saham berbasis kecerdasan buatan (AI).

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |