Hati-hati, Ini 5 Penyakit yang Mengintai Pasca Lebaran

13 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Libur Lebaran akan segera usai. Namun ini juga bisa pertanda berbagai penyakit yang dialami kita pulang usai lebaran.

Tubuh akan sangat lelah mengingat banyaknya aktivitas yang dilakukan. Salah satu dampaknya membuat daya tahan anak menjadi menurun.

Perubahan situasi dan panjangnya perjalanan bisa memicu penurunan daya tahan. Begitu juga makanan yang dikonsumsi selama liburan.

Setidaknya ada lima penyakit yang perlu diwaspadai. Berikut rangkumannya:

1. Diare

Salah satu penyakit anak paling umum usai lebaran adalah diare. Penyebabnya karena tidak mencuci tangan sebelum makan, banyak menghabiskan waktu di lingkungan kurang bersih, dan konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri penyebab diare.

"Ada dua penyebab diare, yaitu penyebab langsung dan tidak langsung. Penyebab langsungnya bisa berupa virus, bakteri, atau parasit," kata dokter spesialis anak, dr. Himawan Aulia Rahman dalam sebuah kesempatan pada 2023 lalu.

"Sementara itu, penyebab tidak langsungnya adalah faktor kebersihan. Bisa berupa kebersihan dari perorangan, makanan atau minuman yang dikonsumsi, kepadatan di rumah, air bersih yang tersedia, dan kebersihan jamban," imbuhnya.

2. Sakit Perut

Penyakit lain yang perlu diwaspadai adalah sakit perut. Bisa akut ataupun yang hilang timbul dengan durasi lama.

Sakit perut berbahaya memiliki beberapa karakteristik. Misalnya terjadi lebih dari dua jam dan memiliki gejala lain seperti perut kembung serta muntah hijau.

3. Muntah

Anak-anak juga berpotensi muntah usai lebaran. Ini bisa disebabkan oleh beberapa penyakit seperti diare, infeksi saluran pernapasan (ISPA), hingga penyakit lambung.

4. Konstipasi

Konstipasi atau sembelit juga bisa muncul. Salah satu penyebabnya karena stres melakukan perjalanan jauh dengan waktu tempuh lama saat mudik.

Orang tua perlu waspada jika anak mengalami BAB kurang dari dua kali selama seminggu, anak mengalami BAB tanpa disadari atau cepirit, anak merasa nyeri ketika BAB, dan feses anak berukuran besar serta keras.

5. ISPA

dr. Himawan mengatakan ISPA muncul karena anak terus menerus bertemu banyak orang. Terlebih kebiasaan memeluk dan mencium anak tanpa memperhatikan kebersihan diri dan kesehatan.

"Kita perlu berhati-hati apabila nanti sudah masuk sekolah. Misalnya, masih banyak anak-anak yang sakit batuk pilek, itu pasti kejadian angka sakit infeksi saluran pernafasan atas (selesma) akan meningkat," imbau dr. Himawan.


(ayh/ayh)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Bangga Produk Lokal, Fesyen Indonesia Mendunia

Next Article Anak Kecil Bisa Darah Tinggi? Ini Penjelasannya...

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |