Jakarta, CNBC Indonesia-Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Mei 2026 mencapai 127,13 atau naik 1,50% dibanding April 2026.
Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik 2,53%, masih lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang mengalami kenaikan 0,35 persen.
"NTP nasional Mei 2026 sebesar 127,73 atau naik 1,99% dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami kenaikan sebesar 2,53% lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,53%," ucap Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Pudji Ismartini di Kantor BPS, Jakarta pada Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan subsektor, NTP Tanaman Pangan naik 1,34% menjadi 113,79. Sementara, NTP Hortikultura naik 7,08% menjadi 140,58, NTP Tanaman Perkebunan naik 1,93% menjadi 164,24, dan NTP Peternakan naik 0,43% menjadi 103,86.
Sementara NTP Perikanan turun sebesar 0,64% menjadi 107,01, diantaranya Nilai Tukar Nelayan (NTN) turun 0,47% dan Nilai Pembudidayaan Ikan 0,9%.
Selain itu, BPS juga mencatat terjadinya kenaikan rata-rata harga beras tingkat grosir dan eceran, masing-masing sebesar 0,68% menjadi Rp14.574 per kilogram dan 0,38% mtm menjadi Rp15.358 per kilogram. Kemudian, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan naik 0,58% mtm menjadi Rp13.765 per kilogram.
"Harga beras yang kami umumkan mencakup seluruh kualitas dan wilayah di Indonesia," ujarnya.
(ras/mij)
Addsource on Google

10 hours ago
2

















































