Harga Batu Bara Membara! 5 Hari Naik Terus

1 day ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara masih bertahan di zona positif di atas level US$ 107 per ton.

Merujuk data Refinitiv, pada akhir perdagangan kemarin Selasa (1/4/2025), harga batu bara acuan ICE Newcastle dengan kontrak yang berakhir Mei 2025 menguat 0,37% ditutup ke posisi US$ 107,40 per ton.

Apresiasi pada kemarin menandai harga batu bara sudah naik selama lima hari beruntun dan berada di level terkuat dalam lima pekan.

Melansir CNBC, coal India mengumumkan pada tanggal 1 April kenaikan harga sebesar ₹10 per ton untuk batu bara kokas dan non-kokas, berlaku mulai tanggal 16 April.

Sebagai informasi, Coal India berkontribusi terhadap lebih dari 80% produksi batu bara dalam negeri.

Coal India memproduksi 781,1 juta ton (MT) batu bara pada tahun 2024-2025, yang hampir 7% lebih rendah dari target untuk tahun fiskal tersebut sebesar 838 MT.

Namun, produksi batu bara Coal India pada tahun fiskal 2025 mengalami sedikit pertumbuhan sebesar 1% dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan juga melaporkan penurunan produksi sebesar 3,1% pada Maret 2025, dengan hasil produksi turun menjadi 85,8 juta ton dari 88,6 MT pada Maret 2024.

Sementara itu, dari Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga batu bara acuan (HBA) untuk periode April 2025 senilai US$123,32/ton, naik dari periode sebelumnya yang senilai US$117,76/ton. HBA tersebut berlaku selama 2 pekan mulai 1 April 2025.

"HBA untuk periode pertama bulan April tahun 2025 ... digunakan sebagai dasar penghitungan harga patokan batu bara untuk periode pertama bulan April tahun 2025," bunyi diktum keempat KEP 101/K/MB.01/MEM.B/2025, dikutip pada Selasa (1/4/2025).

Sebelumnya, pemerintah Afrika Selatan juga telah memberikan izin kepada delapan pembangkit listrik tenaga batu bara milik perusahaan negara, Eskom, untuk melampaui batas polusi udara dan emisi selama dekade ini.

Keputusan ini diambil untuk menghindari pemadaman listrik berkepanjangan yang dapat melumpuhkan ekonomi negara tersebut.

Enam dari pembangkit listrik tersebut diberikan pengecualian selama lima tahun, yang memungkinkan mereka melebihi batas emisi yang ditetapkan dalam peraturan kualitas udara nasional.

CNBC INDONESIA RESEARCH

(tsn/tsn)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |