Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi VI DPR RI membeberkan anomali yang terjadi di Provinsi Riau terkait langkanya ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi masyarakat. Hal ini tentunya menjadi ironis, mengingat wilayah Riau merupakan salah satu produsen minyak mentah terbesar di Indonesia, namun justru mengalami kelangkaan BBM.
Anggota Komisi VI DPR RI Dewi Juliani mengungkapkan kondisi distribusi BBM di daerah pemilihannya, Dapil Riau 1, kerap mengalami kelangkaan BBM, termasuk BBM non subsidi.
"Tapi yang menjadi pertanyaan saya adalah Dapil saya, Pak. Karena Dapil saya Riau 1 ini merupakan penghasil minyak yang justru menjadi anomali. Wilayah saya ini, wilayah Dapil saya ini sering mengalami kelangkaan BBM, Pak," ungkap Dewi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan PT Pertamina (Persero), Rabu (11/2/2026).
Dia menceritakan, salah satu kasusnya terjadi pada Desember 2025 lalu, kelangkaan BBM bahkan meluas hingga jenis BBM non-subsidi. Imbasnya, masyarakat di wilayah penghasil minyak tersebut kesulitan mendapatkan akses BBM, mulai dari Solar hingga jenis Pertamax 92 dan Pertamax Turbo.
"Sementara yang kita ketahui 24% produksi minyak nasional itu dari Dapil kami. Ini sama dengan seperempat dari seluruh produksi nasional Indonesia. Tapi Dapil kami ini masih mengalami kelangkaan BBM," tegasnya.
Anggota Fraksi PDIP itu juga menyinggung upaya administrasi sebenarnya telah ditempuh oleh pemerintah daerah setempat. Dewi menyebutkan bahwa sejatinya Pemerintah Provinsi Riau telah mengajukan permohonan resmi untuk penambahan kuota BBM, namun hingga kini realisasinya dinilai belum optimal mengatasi kelangkaan.
"Nah ini saya mohon perhatiannya, Pak, di sini. Sebenarnya Pemerintah Provinsi ini sudah mengajukan permohonan, Pak. Ini untuk penambahan kuota, tapi belum ada tindak lanjut karena kelangkaan ini masih terjadi," imbuhnya.
Belum lagi, Dewi mengatakan sebentar lagi masyarakat akan menghadapi momentum Hari Raya Idul Fitri yang dipastikan akan mendongkrak konsumsi BBM.
Dengan begitu, pihaknya meminta Pertamina untuk segera menjamin ketersediaan stok agar aktivitas ekonomi warga tidak terganggu akibat krisis BBM yang berulang.
"Jadi di sini saya mohon tanggapan dari Pertamina, kondisi seperti ini, bagaimana langkah konkretnya untuk memastikan stok BBM ini untuk di Riau ini konsisten. Karena masalah ini berulang, Pak," tegasnya.
(wia)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2
















































