Jakarta, CNBC Indonesia - Hari libur sering dianggap sebagai waktu untuk "hadiah bagi diri sendiri". Namun dalam praktiknya, libur panjang justru menjadi salah satu momen paling rawan kebocoran keuangan. Pengeluaran meningkat tanpa terasa, tabungan tergerus, dan cicilan bertambah, semua dibungkus dengan alasan "sekali-sekali".
Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026
Merujuk pada kalender 2026 dan penetapan libur cuti bersama maka pada tahun depan setidaknya akan ada sembilan long weekend.
1. Long weekend akan terjadi pada 16-18 Januari dari Jumat hingga Minggu
2. Tanggal 16-18 Februari dari Jumat dan Minggu
3. Tanggal 14-17 Februari dari Sabtu hingga Selasa atau empat hari
4. Tanggal 18-24 Maret atau tujuh hari menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri
5. Tanggal 3-5 April dari Jumat hingga Minggu
6. Tanggal 1-3 Mei atau empat hari dari Jumat hingga Minggu
7. Tanggal 30 Mei-1 Juni atau tiga hari dari Sabtu hingga Senin
8. Tanggal 15-17 Agustus atau tiga hari dari Sabtu hingga Senin
9. Tanggal 24-27 Desember atau empat hari dari Kais sampai Minggu
Ada 15 hari libur nasional, libur Sabtu Minggu dan cuti bersama pada Mei 2026. Artinya, jumlah hari libur setara setengah bulan dan jumlah hari kerja efektif pada Mei 2026 hanya 16 hari.
Berikut Daftar Libur 2026:
1. Kamis, 1 Januari 2026: Tahun Baru 2026 Masehi
2. Jumat, 16 Januari 2026: Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW
3. Selasa, 17 Februari 2026: Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
4. Kamis, 19 Maret 2026: Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948)
5. Sabtu, 21 Maret 2026: Hari Raya Idul Fitri 1477 Hijriah
6. Minggu, 22 Maret 2026: Hari Raya Idul Fitri 1477 Hijriah
7. Jumat, 3 April 2026: Hari Wafat Yesus Kristus
8. Minggu, 5 April 2026: Hari Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah)
9. Jumat, 1 Mei 2026: Hari Buruh Internasional
10. Kamis, 14 Mei 2026: Hari Kenaikan Yesus Kristus
11. Rabu, 27 Mei 2026: Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah
12. Minggu, 31 Mei 2026: Hari Raya Waisak 2570 BE
13. Senin, 1 Juni 2026: Hari Lahir Pancasila
14. Selasa, 16 Juni 2026: 1 Muharam Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
15. Senin, 17 Agustus 2026: Hari Proklamasi Kemerdekaan RI
16. Selasa, 25 Agustus 2026: Maulid Nabi Muhammad SAW
17 Jumat, 25 Desember 2026: Kelahiran Yesus Kristus (Hari Raya Natal)
Daftar Cuti Bersama 2026
-
Senin, 16 Februari - Cuti Bersama Tahun Baru Imlek
-
Rabu, 18 Maret - Cuti Bersama Hari Suci Nyepi
-
Jumat, 20 Maret - Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1477 Hijriah
-
Senin, 23 Maret - Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1477 Hijriah
-
Selasa, 24 Maret - Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1477 Hijriah
-
Jumat, 15 Mei - Cuti Bersama Hari Kenaikan Yesus Kristus
-
Kamis, 28 Mei - Cuti Bersama Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah
-
Kamis, 24 Desember - Cuti Bersama Natal (malam Natal)
Kesalahan Finansial Paling Umum Saat Libur di 2026
1. Tidak Menyusun Anggaran Khusus Liburan
Liburan dibiayai dari uang kebutuhan rutin. Akibatnya, setelah libur selesai, pengeluaran pokok ikut terganggu dan arus kas menjadi tidak stabil.
2. Mengandalkan Diskon sebagai Alasan Belanja
Promo sering dianggap sebagai bentuk penghematan, padahal justru membuat orang membeli lebih banyak dari yang dibutuhkan.
3. Mengabaikan Opportunity Cost
Bagi freelancer, pelaku UMKM, atau pekerja berbasis komisi, setiap hari libur berarti potensi pendapatan yang hilang.
Kesalahan utama masyarakat adalah menganggap pengeluaran libur sebagai "uang ekstra", padahal sumbernya tetap berasal dari arus kas bulanan.
Tiga Pertanyaan Sebelum Ambil Cuti
Sebelum merencanakan libur panjang, ada tiga pertanyaan sederhana yang seharusnya dijawab:
-
Apakah dana darurat tetap aman setelah liburan?
-
Apakah libur dibiayai utang atau cicilan?
-
Apakah ada manfaat jangka panjang dari aktivitas libur?
Jika dua dari tiga jawabannya "tidak", maka libur tersebut lebih mendekati konsumsi murni, bukan keputusan finansial yang sehat.
Strategi Anggaran Liburan Tanpa Merusak Keuangan
Agar libur tidak mengganggu stabilitas keuangan, ada beberapa prinsip dasar yang bisa diterapkan:
1. Terapkan Batas Maksimal Pengeluaran
Tentukan batas maksimal pengeluaran sejak awal, bukan berdasarkan sisa saldo di rekening.
2. Pisahkan Dana Liburan
Idealnya, dana liburan berasal dari pos khusus, bukan dari dana darurat atau tabungan jangka panjang.
3. Gunakan Prinsip 50-30-20 Versi Liburan
-
50%: kebutuhan wajib
-
30%: hiburan dan liburan
-
20%: tabungan tetap berjalan
Dengan pola ini, libur tetap bisa dinikmati tanpa menghentikan akumulasi kekayaan.
Kartu Kredit, Cicilan, dan Perangkap Psikologis
Banyak orang menganggap cicilan 0% sebagai solusi cerdas. Padahal secara keuangan, cicilan tetap mengikat arus kas bulan depan. Cicilan membuat pengeluaran terasa ringan karena tidak dibayar sekaligus. Namun dalam jangka menengah, hal ini justru menciptakan ilusi kemampuan finansial yang tidak nyata.
Akibatnya:
-
banyak tagihan kecil menumpuk,
-
fleksibilitas keuangan menurun,
-
ruang menabung semakin sempit.
Kegiatan Produktif Saat Banyak Waktu Luang di Hari Libur
Tidak semua libur harus diisi dengan konsumsi. Libur bisa menjadi produktif, misalnya:
-
mengikuti pelatihan singkat,
-
mengembangkan side hustle,
-
merapikan keuangan pribadi (asuransi, investasi, pajak).
Dalam jangka panjang, libur produktif sering memberikan return on investment lebih tinggi dibanding libur konsumtif.
Kapan Libur Menjadi Beban Finansial?
Libur berubah menjadi beban jika:
-
dibiayai dengan utang,
-
mengganggu dana darurat,
-
menurunkan produktivitas tanpa manfaat,
-
membuat tabungan stagnan.
Dalam kondisi ini, libur bukan lagi bentuk istirahat, melainkan beban terselubung yang menunda pencapaian tujuan finansial.
(dag/dag)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2















































