Bukan Canggih, Alasan iPhone 17 Laku Keras di China Berkat Warna

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan iPhone Apple di China kembali melonjak setelah model iPhone 17 berwarna oranye mencolok menjadi viral di kalangan konsumen, membantu perusahaan membalikkan tren penurunan yang berlangsung selama hampir tiga tahun.

CEO Apple Tim Cook menyebut penjualan iPhone di China mencetak rekor pada kuartal keempat, dengan pendapatan naik 38% secara tahunan menjadi US$26 miliar, atau hampir 20% dari total penjualan perusahaan.

Analis menilai penyegaran desain pada lini iPhone 17 memperkuat posisi Apple sebagai simbol status di China.

Ponsel terbaru Apple dinilai lebih mudah dikenali sebagai perangkat baru dan premium, terutama warna oranye terang yang disebut "cosmic orange".

Model tersebut viral di media sosial China, dengan ribuan unggahan dari pengguna yang memamerkan ponsel barunya. Warna ini dijuluki "oranye Hermès" karena mirip dengan warna khas merek mewah asal Prancis tersebut.

"Kelihatannya sederhana, tetapi perubahan desain yang terlihat jelas dari luar, termasuk kehadiran warna oranye mencolok, berhasil menarik para pengguna yang ingin cepat melakukan upgrade," kata Direktur Riset Senior IDC, Nabila Popal, dikutip dari Financial Times, Selasa (10/2/2026).

Kebangkitan ini terjadi setelah penjualan Apple di China menyusut dalam delapan dari sembilan kuartal sebelumnya. Perusahaan juga menghadapi tekanan dari pesaing domestik seperti Huawei, Vivo, dan Xiaomi, serta kebijakan pemerintah yang membatasi penggunaan iPhone di sektor publik.

Namun, konsumen China justru terpikat pada desain baru iPhone 17. Selain warna mencolok, perangkat ini juga membawa peningkatan pada kamera, chip, layar, dan baterai, yang memicu siklus upgrade besar.

Penjualan model reguler iPhone 17 juga didorong oleh kebijakan subsidi pemerintah China, yang memberikan potongan hingga 500 yuan untuk smartphone dengan harga di bawah 6.000 yuan.

Analis Bank of America Wamsi Mohan mencatat Apple juga diuntungkan dari perbandingan dengan kinerja yang lemah pada 2024.

Penjualan Apple di China menyusut dalam delapan dari sembilan kuartal sebelumnya, dan belum menunjukkan pertumbuhan konsisten sejak 2022.

Ia menambahkan Apple juga diuntungkan dari hambatan yang dialami Huawei, yang penjualannya turun sekitar 10% pada kuartal terakhir akibat keluhan pengguna terhadap sistem operasi Harmony.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |