Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (20/2/2026).
Merujuk data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan pagi ini terapresiasi 0,18% ke level Rp16.840/US$. Penguatan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup menguat tipis 0,03% di level Rp16.870/US$, seiring keputusan Bank Indonesia (BI) yang kembali menahan suku bunga acuan di 4,75%.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau terkoreksi tipis 0,01% ke level 97,912. Meski demikian, secara tren dolar masih menunjukkan kekuatan setelah pada perdagangan sebelumnya DXY naik 0,23% ke posisi 97,925.
Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi sentimen eksternal, terutama dolar AS yang tengah menguat.
DXY yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia ini, tengah berada di level terkuatnya dalam sebulan terakhir dan masih berada di jalur kenaikan mingguan lebih dari 1%, yang berpotensi menjadi performa terkuatnya dalam lebih dari empat bulan.
Kondisi ini tentu menunjukkan pelaku pasar yang tengah memburu aset berdenominasi dolar AS dan pada gilirannya dapat menekan mata uang negara lain, termasuk rupiah.
Penguatan dolar salah satunya ditopang nada kebijakan bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) yang dinilai masih cenderung ketat, setelah risalah rapat terbaru menunjukkan sejumlah pejabat membuka ruang kenaikan suku bunga jika inflasi kembali bertahan tinggi. Kondisi ini membuat pelaku pasar kembali berhati-hati pada aset berisiko dan mendorong permintaan terhadap dolar.
Di sisi lain, pasar masih memperkirakan sekitar dua kali pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini, meski peluang pemangkasan pertama pada Juni kini turun menjadi sekitar 58% dari 62% sepekan lalu berdasarkan data CME FedWatch Tool.
Selain itu, faktor geopolitik turut memberi dukungan safe haven bagi dolar, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi eskalasi ketegangan AS-Iran terkait program nuklir yang membuat investor cenderung kembali mencari aset yang dianggap lebih aman.
(evw/evw)
Addsource on Google

1 hour ago
1














































