Aisha Mayra, CNBC Indonesia
19 June 2026 12:30
Jakarta, CNBC Indonesia - Laporan terbaru MoneyRanked mengungkap betapa lebarnya jurang pendapatan pekerja antarnegara.
Berdasarkan data OECD dan Our World in Data yang telah disesuaikan dengan paritas daya beli (PPP), pekerja di Kolombia harus menghabiskan sekitar 86 jam kerja untuk mengantongi pendapatan setara US$1.000 atau sekitar Rp 17,7 juta (US$1= Rp 17.700).
Sebaliknya, pekerja di Luksemburg dan Islandia hanya membutuhkan 16 jam untuk mencapai jumlah yang sama. Artinya, terdapat kesenjangan lebih dari lima kali lipat antara negara dengan kemampuan menghasilkan pendapatan tercepat dan terlambat, bahkan setelah memperhitungkan perbedaan biaya hidup.
Sementara itu, pekerja rata-rata di Amerika Serikat memerlukan sekitar 22 jam kerja untuk memperoleh US$1.000, menempatkan Negeri Paman Sam di jajaran negara dengan daya hasil pekerja paling tinggi di kelompok negara maju. Perhitungan ini didasarkan pada rata-rata upah tahunan dan jam kerja tahunan, tanpa memperhitungkan pajak.
Artinya, terdapat selisih lebih dari lima kali lipat antara negara dengan waktu kerja terlama dan tercepat untuk menghasilkan pendapatan yang sama. Menariknya, jarak tersebut tetap terlihat meski data sudah disesuaikan dengan daya beli masing-masing negara.
Data OECD yang diolah bersama Our World in Data menunjukkan waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh US$1.000 berbeda jauh antarnegara. Perbedaannya bukan hanya soal tingkat upah, tetapi juga mencerminkan besarnya nilai ekonomi yang dihasilkan dalam setiap jam kerja.
Selisih yang Lebar
Kolombia berada di posisi terbawah dalam daftar dengan kebutuhan 86 jam kerja untuk menghasilkan US$1.000. Setelahnya terdapat Meksiko dengan 78 jam dan Yunani dengan 60 jam.
Di kelompok berikutnya terdapat Kosta Rika (53 jam), Hungaria (51 jam), Chile (51 jam), Republik Ceko (48 jam), Slovakia (47 jam), Portugal (45 jam), dan Polandia (43 jam).
Sementara itu, Luksemburg dan Islandia berada di posisi teratas dengan 16 jam kerja. Di belakangnya terdapat Swiss (17 jam), Norwegia (18 jam), Denmark (18 jam), dan Belanda (19 jam).
Jarak antara Kolombia dan Luksemburg mencapai 70 jam kerja. Dengan kata lain, waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan US$1.000 berbeda hampir dua minggu kerja penuh.
Posisi Amerika Serikat
Amerika Serikat membutuhkan sekitar 22 jam kerja untuk menghasilkan US$1.000.
Angka tersebut menempatkan AS di kelompok negara dengan waktu kerja yang relatif singkat untuk mencapai pendapatan yang sama. Namun posisinya masih berada di belakang sejumlah negara Eropa seperti Luksemburg, Islandia, Swiss, Norwegia, Denmark, dan Belanda.
Temuan ini menunjukkan bahwa negara dengan tingkat pendapatan tinggi pun tetap memiliki perbedaan yang cukup lebar dalam nilai yang dihasilkan dari setiap jam kerja.
Apa yang Mempengaruhi Perbedaannya?
Our World in Data mencatat pekerja di sejumlah negara membutuhkan jam kerja lebih panjang untuk mencapai tingkat pendapatan yang sama dibanding negara lain.
Perbedaannya dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari produktivitas, akses terhadap modal, struktur ekonomi, ukuran sektor informal, hingga perkembangan upah. Karena itu, peringkat ini tidak mengukur etos kerja suatu negara, melainkan membandingkan hasil ekonomi yang diperoleh dari waktu kerja yang dilakukan.
Peran Daya Beli
Perbandingan ini menggunakan purchasing power parity (PPP), metode yang menyesuaikan pendapatan dengan tingkat harga di masing-masing negara.
Pendekatan tersebut digunakan agar US$1.000 memiliki basis perbandingan yang lebih setara. Sebab, nilai uang yang sama tidak selalu dapat membeli barang dan jasa dalam jumlah yang sama di setiap negara.
Dengan penyesuaian tersebut, perbandingan tidak hanya melihat besarnya pendapatan nominal, tetapi juga mempertimbangkan daya beli yang dimiliki pekerja.
Nilai dari Setiap Jam Kerja
Data ini menunjukkan bahwa perbedaan antarnegara tidak hanya terlihat pada besarnya pendapatan, tetapi juga pada waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya.
Di sebagian negara, US$1.000 dapat diperoleh dalam waktu sekitar dua hari kerja. Di negara lain, jumlah yang sama membutuhkan lebih dari dua minggu.
Perbedaan itu memperlihatkan bagaimana nilai ekonomi yang dihasilkan dari setiap jam kerja masih sangat beragam di berbagai belahan dunia.
(mae/mae)
Addsource on Google

3 hours ago
4

















































