Amran Berang! 133,5 ton Bawang Bombay Berpenyakit Diselundupkan ke RI

15 hours ago 3
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman sidak 133,5 ton bawang bombay berpenyakit di Semarang. (Dok. Kementerian Pertanian)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap praktik impor ilegal pangan yang merugikan petani dan mengancam ekosistem pertanian nasional. Hal ini disampaikan Mentan Amran saat turun langsung ke Semarang untuk mengecek ribuan karung bawang bombai selundupan yang tidak berizin dan terindikasi membawa penyakit. (Dok. Kementerian Pertanian)

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman sidak 133,5 ton bawang bombay berpenyakit di Semarang. (Dok. Kementerian Pertanian)

Dalam pemeriksaan di lapangan, Mentan Amran menyebut bawang bombay ilegal tersebut masuk tanpa dokumen resmi, tidak membayar pajak, dan berpotensi membawa bakteri berbahaya bagi pertanian nasional. (Dok. Kementerian Pertanian)

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman sidak 133,5 ton bawang bombay berpenyakit di Semarang. (Dok. Kementerian Pertanian)

“Pajak-pajaknya tidak masuk, nyelundup masuk, merusak ekosistem kita karena ada bakteri dibawa, penyakit, dan seterusnya. Ini harus kami minta PM (Polisi Militer) dampingi, Kapolres turun, diusut dan dibongkar sampai akar-akarnya. Harus dikasih efek jera,” tegas Mentan Amran. (Dok. Kementerian Pertanian)

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman sidak 133,5 ton bawang bombay berpenyakit di Semarang. (Dok. Kementerian Pertanian)

Mentan Amran mengungkapkan, barang bukti yang diamankan mencapai 6.172 karung bawang bombay dengan total berat sekitar 133,5 ton. Ia menekankan bahwa dalam konteks pertanian, jumlah bukan satu-satunya ukuran bahaya.  (Dok. Kementerian Pertanian)

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman sidak 133,5 ton bawang bombay berpenyakit di Semarang. (Dok. Kementerian Pertanian)

“Bukan soal tonnya. Satu ton dengan seribu ton sama kalau bawa penyakit. Satu kilo dengan satu juta kilo sama. Dampaknya besar, karena ini menyangkut psikologi dan semangat petani,” ujarnya. (Dok. Kementerian Pertanian)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |